Deklarasi ormas Nasional Demokrat memenuhi timeline twitter hari ini. Banyak komentar lucu, miring dan menarik yang terlontar.
Sebagian menyebut gerakan ini sebagai barisan sakit hati yang kebetulan punya airtime gratis. Ada yang bilang ini adalah Golkar Lite, atau cikal bakal partai yang masih malu-malu untuk menyatakan dengan terbuka bahwa mereka sedang mempersiapkan diri untuk 2014.
Tertarik dengan komentar-komentar miring ini, akhirnya saya melihat-lihat ke situs mereka untuk sekedar mencari tahu. Melirik daftar 45 orang deklarator, ada beberapa tokoh muda seperti Anis Baswedan, Budiman Sudjatmiko, Eep Saefulloh Fatah atau Martin Manurung. Rasanya tidak sampai hati menyebut mereka sebagai Golkar-Lite.
Pas melihat lambang gerakan, tadinya sekilas mengira ini adalah kepala burung kuning menunduk ke kanan, yang sedang menutup matanya dengan ikat kepala biru karena malu
.
Ternyata saya salah. Bentuk lambang ini dimaksudkan sebagai gestur tangan yang sedang sedang berpelukan.
Bagian yang menarik lagi mungkin platform gerakan yang digambarkan dalam diagram berikut :
Kalau dikira-kira dari gambar platformnya saja, mungkin gerakan ini bermaksud untuk merestorasi kekuatan bangsa yang diperlukan dalam menghadapi tantangan.
Mengembalikan nilai-nilai yang mengalami erosi, menempatkan kembali posisi bangsa dalam globalisasi, dan mengembalikan jati diri dan identitas bangsa yang sekarang dihantui kemiskinan.
Bagus, kata pak Tino Sidin, sampai sini sepertinya masih lumayan mudeng apa yang diinginkan oleh partai, eh gerakan yang baru dideklarasikan ini.
Lebih lanjut tentang restorasi seperti apa yang diinginkan, ada di diagram berikut ini :
Kotak Restorasi pertama, okelah. Bosan juga lihat pemimpin yang L4, loe lagi, loe lagi. Tokoh-tokoh muda yang ikut menjadi bagian dari 45 deklarator gerakan ini, sangat menjanjikan dan membuat saya melihat-lihat lebih jauh gerakan ini. Bukan para inisiator yang sudah senior dan familiar tampangnya
Kotak restorasi kedua lumayan lucu, karena bisa diartikan bahwa Gerak Arus Bawah selama ini ternyata tidak selalu atas prakarsa rakyat sehingga perlu direstorasi. Lantas atas prakarsa siapa, prakarsa sponsor ?
Bagian kanan dari diagram di atas, “Manusia Indonesia yang merdeka seutuhnya” ternyata adalah visi dari gerakan Nasional Demokrat.
Sementara misi dari gerakan ini adalah sebagai berikut :
1. Membangun Politik Solidaritas:
2. Menggerakkan Ekonomi Emansipatif dan Partisipatif:
3. Menumbuh-kembangkan Budaya Gotong Royong:
Nah sampai sini saya mulai keberatan untuk membahas lebih lanjut. Keberatan dalam arti merasa bahwa ini sudah terlalu berat untuk orang iseng.
Tidak seperti lambang dan diagram visual sebelumnya yang bisa saya artikan semena-mena, bagian visi misi ini mau tidak mau mesti dibaca dengan hati-hati. Sudah mulai ke luar dari domain keisengan, dan mulai masuk domain kebingungan
Istilah Politik Solidaritas misalnya, saya hanya bisa menebak-nebak maksudnya apa. Kalau dalam penjelasannya yang dimaksud adalah solidaritas nasional, yang kira-kira akan menjadi tantangan adalah primordialisme.
Saat sebagian besar sumber daya alam daerah tertentu lebih banyak terasa manfaatnya untuk “solidaritas nasional”, bisa timbul pertanyaan. Apakah menjalankan misi membangun politik solidaritas ini bisa menjamin tercapainya visi manusia Indonesia yang merdeka seutuhnya ?
Membangun partisipasi rakyat dari tingkat lokal barangkali tidak menjamin tercapainya solidaritas nasional. Semoga saja saya keliru, tapi bisa jadi malah yang akan menjadi solid adalah solidaritas politik lokal yang bersifat primordial.
Mbuh ah, belum lagi masalah ekonomi emansipatif itu. Mungkin saya saja yang kuper, tapi ndak mudeng itu maksudnya apa. Definisi Ekonomi Kerakyatan yang dulu jaman kampanye rame diteriakkan saja sampai sekarang masih belum jelas, sekarang ada yang baru. Ekonomi Emansipatif, dan Ekonomi Partisipatif.
Ini hanya catatan sekilas apa yang ditemukan di situs Nas Dem yang baru dideklarasikan, lengkap dengan kebingungan-kebingungan saya. Kesan sekilas lumayan menarik, tapi belum terlalu mudeng maksudnya apa. Semoga makin lama nanti makin jelas partainya seperti apa .
Jadi kalau ada yang iseng mengajak ngobrol masalah ini, paling tidak saya punya bayangan sekilas dan tahu apa yang akan saya tanyakan pada yang mengajak ngobrol




masih di awang-awang mbah, blom masuk level buruh pabrik macem saya
Podo wae aku yo ra’ mudeng iki mung ndobos
Baca taruhan AS Hikam aja mas 
February 2, 2010 at 4:03 am~|wongiseng|~
*BAGUS!* Tino Sidin mode on *anuh, mbah…lay out blog nya eh artikelnya bagus banget…saya suka *
sekalian ora nyambung blass komennya
Berat euy, ini mbah..berattt
He..he..he..bejo nemu theme gratisan The Erudite ini mbak, kayanya sementara saya gak gonta ganti dulu
February 2, 2010 at 6:50 am~|wongiseng|~
yang penting benar benar buat rakyat bukan kamuflase
Mungkin campuran Om, kata pakar asbun: 68% tulus, 32% kamuflase
February 2, 2010 at 9:55 am~|wongiseng|~
Taruhan deh mereka itu pasti akan njawab serentak untuk rakyat !!! kalo di tanya “untuk siapa gerakan ini
” tapi rakyat yang mana aku gag tahu
Kita tunggu mas, nanti kalau sudah mulai ada pernyataan selain deklarasi, rakyat mana yang dibela kan kelihatan
February 2, 2010 at 11:38 am~|wongiseng|~
misinya NasDem itu lho mbah, seolah-olah dibikin dgn pilihan kata-kata yang rumit biar terkesan intelek malah ndak bisa dipahami sama sekali. atau memang saya yang terlalu bodoh? *garuk-garuk kepala* :?
Politisi seneng bikin istilah baru, biar terdengar meyakinkan sambil menambah bingung
~|wongiseng|~
February 2, 2010 at 8:50 pmekonomi emansipatif? hmmm…saya taunya ekonomi eman-eman, alias ngirit, mbah
Ha..ha..ha.. ekonomi eman-eman pangkal kaya tuh
February 9, 2010 at 11:54 am~|wongiseng|~