Setiap saat manusia harus melakukan pilihan. Pilihan yang menen­tukan tin­dakan apa yang ber­ikut­nya akan dilakukan oleh sang manusia. Seperti sekarang ini, saya bisa memilih untuk melupakan niat untuk menulis artikel. Atau men­coba memak­sakan diri untuk menulis sesuatu, setelah nyaris satu bulan blog ini tidak diupdate.

Sam­bil menimbang-nimbang apakah saya akan melan­jutkan usaha saya untuk menim­bulkan kesan bahwa blog ini belum ter­abaikan dan masih dipelihara oleh pemilik­nya, atau akhir­nya menyerah dan mem­biarkan blog ini ter­lan­tar, tim­bul pertanyaan.

Apakah keputusan untuk menulis sekarang ini, adalah sesuatu yang saya ambil secara sadar, murni atas kehen­dak bebas saya ? Ataukah keputusan yang akhir­nya saya ambil untuk masalah ini sebenar­nya sudah digariskan?

Barang­kali sudah ditakdirkan oleh yang di atas sana bahwa sem­bari sesekali melihat apakah Lio­nel Messi akan menam­bah hat­trick­nya, saya akhir­nya akan menyelesaikan tulisan ini dan mem­pos­ting lagi satu artikel blog yang tidak jelas ?

Atau bagi yang tidak per­caya akan adanya “sesuatu” yang meng­atur setiap kejadian di muka bumi. Sekedar meng­ikuti hukum kausalitas, aksi dan reaksi, meng­ikuti hukum alam yang deter­minis­tik. Per­tanyaan­nya mung­kin sedikit berbeda.

Dengan latar belakang masa kecil, kon­disi men­tal dan psikologis saya, dan rang­sangan ling­kungan di sekitar saya saat ini, apakah neuron-neuron dalam otak saya sudah pasti akhir­nya akan memaksa saya untuk men­coba mem­buat tulisan baru?

Entah­lah. Per­tanyaan yang sama bisa saya tanyakan ter­hadap apa yang baru saja ter­jadi beberapa detik lalu, gol ke empat Messi di gawang Arsenal.

Bisa saja Messi memutuskan untuk ber­san­tai di menit-menit ter­akhir setelah men­jaringkan 3 gol ke gawang Arsenal tanpa ampun. Apakah dia memilih secara sadar untuk terus men­coba menam­bah kemenangan Barcelona ?

Apakah ini hasil latihan, peng­kon­disian men­tal dan refleks tek­nik ber­main bolanya, sehingga saat ada peluang untuk men­jaringkan gol menyilang tadi itu dia tidak bisa tidak harus menam­bah satu gol lagi ?

Tulisan macam apa pula ini ? Isinya cuma pertanyaan-pertanyaan tidak ter­jawab. Ya namanya juga orang iseng, saya memang iseng. Dan kalau sudah iseng ya begini, seringan bertanya-tanya tanpa jawaban.

Kalau saya bilang semua ini takdir yang sudah digariskan, goal-goal Messi tidak lagi ter­kesan indah, itu hanya takdir, tidak beda dengan takdir bahwa saya akhir­nya menyelesaikan tulisan tidak jelas ini.

Kalau saya sudah ditakdirkan untuk menulis artikel ini, saya merasa telah meremehkan per­juangan setengah mati memak­sakan diri untuk menulis sesuatu, sebelum lewat satu bulan blog ini tidak diupdate.

Mes­tinya kalau memang takdir, saya tidak perlu memak­sakan diri. Atau memang sudah ditakdirkan bahwa saya harus memak­sakan diri dulu baru artikel ini akhir­nya ter­tulis ? Ealah mbuh.

Sudah­lah, saya memilih untuk meng­ang­gap ini bukan takdir. Yang sudah ditakdirkan adalah kon­sekuensi. Bahwa saya akan tam­bah merasa ber­salah kalau saya tidak menulis sesuatu di blog ini. Dan saya akan merasa sedikit lega kalau sudah ada tulisan di blog ini.

Tapi keputusan bahwa saya menulis, adalah murni karena usaha saya untuk meng­hin­dari kon­sekuensi dari pilihan yang nan­tinya akan menim­bulkan per­asaan ber­salah. Atau mung­kin sebenar­nya saya ditakdirkan untuk meng­hin­dari per­asaan ber­salah ? Mbuh, sum­pah, saya tidak tahu.

Daripada tulisan ini nanti tidak ada akhir­nya, saya menyerah. Ter­serah, takdir atau bukan, yang pen­ting saya update blog ini. :))

Bookmark and Share
Written on April 6th, 2010 & filed under Iseng
LEAVE A COMMENT
Comment
CommentLuv Enabled
 
COMMENTS
    Yohanes Han's commented

    halahhh… si mbah ini lho :)) :)) :))

    Mmm… tapi begini ya mbah :P

    kata para fil­suf di ajaran kesusas­traan china kuno, takdir itu seperti sebuah rajutan benang kehidupan yang telah diten­tukan untuk kita oleh para dewa yang kadang suka semena mena sama nasib kita para manusia.

    sedangkan pilihan adl sen­jata kita utk melawan semua kesewenang wenangan itu :P

    kayak Sun Go Kong itu lho mbah… dia melawan para dewa yg suka sewenang wenang :P :P :P

    Man­stab filosofinya suhu Yohanes, mari kita melawan para dewata ! :D ~|wongiseng|~

    April 7, 2010 at 4:14 pm
    cyraflame commented

    :)) :)) :))

    per­tanyaan yang sama yang sering saya ajukan pada Tuhan mbah..
    jadi takdir saya itu sebener­nya yang mana??
    :)) :)) :))
    cyraflame´s last blog: Special Thanks To.…

    Mbuh ! nanti kalau sudah mati saya tanyakan sama Tuhan :P ~|wongiseng|~

    April 7, 2010 at 4:31 pm
    mas stein commented

    kalo saya selalu ber­pen­dapat bahwa manusia ini seperti ber­jalan dalam gua, bisa milih miring kanan, miring kiri, merayap di atas, atau merang­kak di bawah, tapi ada batasan jalur yang bisa dilewati, konon itu disebut takdir.

    mung­kin memang sudah takdir­nya sam­peyan harus apdet blog mbah :lol:
    mas stein´s last blog: Belajar Terus, Terus Mun­tah

    Podo pemikiranku juga begitu, ada namanya gak ya analogi ini ? Lorong-lorong gua sudah diten­tukan, tapi di tiap per­cabangan kita memilih dengan free will :) ~|wongiseng|~

    April 13, 2010 at 3:32 am
    ridwan commented

    sudah takdir kalau manusia diberi keleluasaan memilih dengan segala kon­sekuensi dari pilihan­nya itu. Jadi, pilih­lah yang ter­baik :D
    ridwan´s last blog: Mis­teri Angka (bukan prim­bon)

    Amen bro :) ~|wongiseng|~

    April 15, 2010 at 9:22 am
    clingakclinguk commented

    arep pos­ting ae muter-muter njelimet kemana-mana, padahal cuma mau ngapdet blog doank, hahahaha… :D
    clingakclinguk´s last blog: Jangan bayar PPN saat makan di res­toran !

    Namanya juga orang mumet, pasti njelimet :P ~|wongiseng|~

    April 15, 2010 at 12:31 pm
    kucing_usil commented

    orang tua itu gitu ya mbah, ngomong muter muter tanpa kesim­pulan :))

    *ber­lin­dung di balik wajan*
    kucing_usil´s last blog: Gebyar Masa Muda

    *panasin wajan pake korek* :)) ~|wongiseng| ~

    April 16, 2010 at 8:43 pm
    Asop commented

    Hidup Liver­pool!! :D :D:D

    April 21, 2010 at 1:39 pm