Bola api besar berkelebat melintas langit di malam hari membuat suasana kelam menjadi terang benderang sejenak. Bola api yang diduga merupakan meteor ini, kemarin pada tanggal 14 April tampak di daerah Iowa, Illinois, Minnesota dan Wisconsin di Amerika Serikat. Rekaman berikut ini diperoleh dari kamera di dashboard mobil patroli Sherif di Howard County, Iowa.
Ini hanya sekedar dugaan saya, tapi kira-kira rekaman video di ataslah yang menjadi pangkal kehebohan timeline twitter saya hari ini. Banyak yang jadi antusias dan menunggu-nunggu perkiraan akan adanya hujan meteor. Apalagi setelah ada serangkaian artikel yang membahas tentang hujan meteor, dan tips-tips untuk mengamati ataupun menikmatinya.
Yang menjadi fokus adalah hujan meteor Lyrids, yang tahun ini diprediksi terjadi sekitar tanggal 16–26 April. Karena masih terpesona dengan video di atas dan tertarik melihat artikel-artikel yang membahas hujan meteor Lyrids ini, saya jadi penasaran. Siapa tahu ada kejadian luar biasa malam ini, seperti yang terekam dalam video di atas.
Setelah googlang-googling sedikit, ada beberapa hal membuat saya ragu bahwa malam ini, mbesok atau minggu depan, saya akan bisa mengamati hujan bola api dramatis seperti dalam video di atas. Lha wong ternyata hujan meteor ini merupakan peristiwa tahunan. Bahkan ada jadwal prediksi tahunan kapan hujan-hujan meteor ini akan muncul. Misalnya bisa anda lihat sendiri di situs astronomia.org.
Hujan-hujan meteor ? Ya, ternyata Lyrids ini hanyalah salah satu dari serangkaian hujan meteor yang tiap tahun berulang, seperti anda lihat di jadwal astronomia.org tadi, hampir tiap bulan ada prediksi hujan meteor. Ok lah kalau memang banyak hujan meteor tiap tahun, siapa tahu Lyrids ini spesial, beda dengan hujan-hujan meteor yang lain.
Saya mencoba melihat intensitas hujan meteor yang tercatat di tahun-tahun sebelumnya dari International Meteor Organization, sambil berharap Lyrids memang layak membuat timeline twitter saya heboh hari ini. Ternyata setelah melihat sekilas grafik rata-rata jumlah meteor per jam yang tercatat tahun lalu, saya tidak menemukan sesuatu yang istimewa pada hujan meteor Lyrids.
Pada puncaknya di tahun 2009 hujan meteor Lyrids mencatat intensitas sekitar 15–20 meteor per jam. Sementara hujan meteor Geminids di bulan Desember, intensitasnya melebihi 100 meteor per jam.
![]() |
| Geminids |
![]() |
| Lyrids |
Lha ternyata tidak istimewa juga dibandingkan dengan hujan meteor lain, lalu kenapa tadi heboh ? Ya mbuh. Barangkali gara-gara penampakan di Wisconsin yang terekam video itu tadi. Tapi itu sepertinya lebih mudah dipahami sebagai event khusus, bukan event tahunan yang bisa diprediksi seperti hujan meteor Lyrids.
Atau barangkali ada sumber informasi yang belum sempat saya baca, yang menyatakan bahwa akan ada sesuatu yang istimewa dengan Lyrids tahun ini. Kalau iya, mohon saya diberitahu. Kalau ndak ya ndak papa, cuman kasian aja orang-orang yang sudah kadung antusias, begadang begadang semalaman di atas genteng untuk menunggu hujan meteor malam ini
.
Eh tapi, kalau begadangnya ditemani pacar, dalam suasana romantis ya ndak masalah, hujan meteor Lyrids ini malah menjadi alasan yang tepat untuk pacaran semalaman di atas genteng
Update :
Penjelasan dari National Geographic, memang ndak ada hubungannya dengan Lyrids. Fireball Wisconsin itu pecahan asteroids yang biasanya memang lebih besar daripada serpihan dalam hujan meteor.



aku juga nunggu2 tapi ya gak pengen2 banget sih. tadi jam 2 (yang katanya harusnya lagi deres2nya ujan meteor), saya keluar rumah tapi ya gak liat apa2. mendung
Nek mendung ya repot, nunggu gak mendung terus pacaran di atas genteng mbok, ada meteor atau ngga gak ngaruh
~|wongiseng|~
April 15, 2010 at 9:49 pmkatanya mulai semalem mbah, tapi berhubung saya lagi meler berat jadi ya ndak ikut nyanggong. lagian mosok ya nunggunya di atas genteng, nek dibengoki maling trus piye jal?
mas stein´s last blog: Sepadankah yang Diperjuangkan Pembela Makam Mbah Priok?
Ha..ha..ha… bawa kembang api mas, nek dibengoki maling, terus disumet karo mbengok meteor
~|wongiseng|~
April 16, 2010 at 2:04 amternyata pikiran kita sama mbah, tapi mbah lebih akurat soalnya didukung fakta dari sana sini, masih plus grafik barang..
kalo saya sih mikirnya, waktu saya SMA saya sering banget ke luar rumah jam 12 malem cuma buat menatap langit, dan di situ hampir setiap saya lihat langit pasti ada meteor yang muncul, jadi saya pikir meteor itu emang ada tiap hari..
tapi ndak tau juga ding kalo saya yang nggak tau bahwa lyrids spesial..
Setelah browsing lagi ndak ada hubungannya ama Lyrids, yg di Wisconsin itu pecahan asteroids bukan hujan meteor, ini kata National Geography
~|wongiseng|~
April 16, 2010 at 11:50 amjaman masi tinggal di riau, sering liat bintang jatuh terutama pas musim kemarau langitnya bersih ndak berawan
kalo ujan meteor lyrids ini (katanya) susah keliatan dari posisi indonesia, mana munculnya sejam sekali. mending ditinggal tidur aja
Di Riau polusinya masih dikit, langit malam lebih jernih jadi kemungkinan liat lebih besar. Di Jakarta mah emang mending tidur
~|wongiseng| ~
April 16, 2010 at 8:42 pmpengen liat hujan meteor sambil ngarep bisa ditemenin pacar pas liat hujan meteor
*pantes nggak terwujud harapannya, lha ngarep aja kok mbulet*
mbakDos´s last blog: [untitled]
Dijamin terwujud, pacaran di planetarium aja mbakdos
~|wongiseng| ~
April 18, 2010 at 5:48 pmjadi inget pas masa smp, lagi camping, trus begadang semaleman sambil mandangin langit ditemani seorang.…laki-laki (ndak romantis blas), teman saya itu tiap melihat ada yang sinar yang berkelebat di langit, dia slalu minta lagi bintang jatuh, terus begitu sampe bosen, dan memang terkabul, berkali-kali muncul bintang jatuh (mungkin itu hujan meteor), keesokan harinya dia bolak-balik kesandung, ya bukan krn kebanyakan minta bintang jatuh, tp karena ngantuk sepertinya
April 20, 2010 at 8:14 amclingakclinguk´s last blog: Jangan bayar PPN saat makan di restoran !
Heeeheee.. yang romantis itu ya Mas, di atep rumah tiduran telentang, berdua samping2an, sambil lihat ke langit.…
April 21, 2010 at 1:39 pm