Besi baja dan kawat yang tidak ber­aturan. Itu yang ter­lihat dari satu sudut pan­dang. Semen­tara dari sudut pan­dang yang lain ? Sulit untuk per­caya bahwa kawat-kawat yang beran­takan itu bisa memp­royek­sikan bayangan yang tam­pak ter­atur, rapi, dan bahkan indah.

The shadows are a con­den­sation of something that exists in more dimen­sions…
behind them, there can be an awful lot going on.

Kutipan di atas adalah apa yang dikatakan oleh shadow artist Larry Kagan ten­tang karya seninya.
Read the rest of this entry »

Written on December 11th, 2009 & filed under Iseng, Ngerumpi, Reflection Tags: , , ,

Give me a chance
Sebelum men­jadi rocks­tar dan melegenda, Elia Bin­tang mem­beri kesem­patan buat para peng­gemar­nya untuk men­download, men­dengar bahkan mereview lagunya. Lirik lagu Give me a Chance ini kalau saya tidak salah tang­kap adalah seba­gai berikut :

Last night, I tried to call call you, I got no ans­wer.
Last night, I mis­sed you so much, but you didn’t care
You just turn off the phone, and preten­ded
That you we’ren’t there, for me.

Reff:
Would you please give me a chance, to tell you I love you
Please don’t hide away, don’t hide away from me.

Would you please give me a chance, to tell you I love you
Please don’t hide away, don’t hide away from me.

This mor­ning when I just woke up, I tried to call you
You know what I got, your ans­wering machine, ans­wers my call
You dis­sapeared, from me, you let me down again.

Back to reff.

Audio clip: Adobe Flash Player (ver­sion 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest ver­sion here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Read the rest of this entry »

Written on December 6th, 2009 & filed under Iseng, Ngerumpi Tags: , , ,

Pan­dai Besi dan Pedang

Saat seorang pan­dai besi mem­buat pedang, apa yang sebenar­nya ter­jadi ? Dia memanaskan besi yang masih kasar. Menem­panya berulang-ulang dengan palu. Lalu besi itu dicelup­kan­nya dalam air sejenak. Proses ini dilakukan ber­ulang kali, sam­pai akhir­nya besi yang men­tah, ter­ben­tuk men­jadi pedang yang tajam dan kuat.

Besi yang awal­nya tidak jelas ben­tuk­nya, setelah dipanaskan, ditempa dan didinginkan berulang-ulang akhir­nya men­jadi pedang samurai yang sangat indah, kuat dan tajam. Proses pem­ben­tukan ini ber­lang­sung per­lahan, tidak bisa dipak­sakan dalam waktu singkat.

Bisa saja besi itu dipanaskan sam­pai cair. Dimasukkan dalam cetakan, dan dibiarkan men­dingin. Tanpa melalui proses yang pan­jang dan melelahkan. Hanya saja pisau surat tum­pul hasil cetakan, akan ber­beda kualitas­nya dengan samurai tradisio­nal yang ditempa secara ber­tahap dan perlahan-lahan.

Read the rest of this entry »

Written on December 4th, 2009 & filed under Inspirasi, Ngerumpi, Reflection Tags: , , ,

Yang sudah punya anak pasti per­nah merasakan seperti yang diceritakan oleh alfakur­nia di artikel Mama Ngga Boleh Masak ! Saat ber­main ber­sama anak men­jadi kegiatan rutin yang kadang mem­buat kita merasa jenuh. Mereka lebih bebas dan menik­mati ber­main dengan kakek, paman atau tetangga sebelah yang tidak harus setiap hari, bahkan bagi ibu rumah tangga setiap jam menemaninya.

Buat bapak-bapak kadang tidak sabar menunggu kapan tidur­nya anak ini, ben­tar lagi bola main di tivi tapi dia masih minta dibacakan buku. Atau tidak sabar mem­bayangkan kapan anak ini bisa naik sepeda sen­diri ke sekolah­nya tanpa harus dikawal dan dijaga biar tidak meleng. Karena walaupun sudah bisa ngebut dia masih belum hati-hati kalau menyeberang di per­em­patan. Kadang anda merasa ingin tidur-tiduran saja di rumah pas week end padahal anak itu ingin keluar untuk main bola di lapangan.

Hari-hari menemani anak ini ter­asa sangat pan­jang.  Sam­pai suatu saat anda melihat fotonya beberapa tahun lalu, waktu dia masih baru belajar ber­jalan, atau waktu masih digendong-gendong ibunya belum lama setelah lahir. Look how much he has grown ! Cepet sekali ini anak tum­buh. Read the rest of this entry »

Written on December 1st, 2009 & filed under Inspirasi, Ngerumpi, Reflection Tags: , , , , ,